PALANGKA-NEWS CO ID, JAKARTA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi penting terhadap kualitas pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memperkenalkan pendekatan pembelajaran baru bertajuk “Deep Learning” sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.3/5/2026.

Pendekatan Deep Learning ini menekankan proses pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan berorientasi pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan. Melalui metode ini, peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.

Dalam sambutannya pada peringatan Hardiknas 2026, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus berfokus pada kualitas hasil belajar siswa, bukan hanya pada aspek administratif dan capaian formal semata.

“Kita ingin pendidikan Indonesia melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, daya saing global, dan kemampuan memahami persoalan secara mendalam. Inilah esensi dari pendekatan Deep Learning,” ujarnya.

Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam keberhasilan pendekatan ini. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi prioritas utama agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, penerapan Deep Learning juga diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital, di mana siswa dituntut untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu mengolah, menganalisis, dan menggunakannya secara bijak.

Momentum Hardiknas 2026 ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Dengan inovasi pembelajaran yang tepat, Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

(Meggy) Perwakilan pknews di Jakarta

PT Palangka News Jaya Mandiri