Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan ruang untuk memperkuat nilai spiritual dan mempererat tali silaturahmi.
“Berbagai lomba positif, kreatif, dan edukatif yang diselenggarakan menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga momentum untuk berkarya, berprestasi, dan menebar manfaat,” ujar Agustiar.
Menjunjung Falsafah Huma Betang
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa semangat yang diusung dalam kegiatan ini mencerminkan falsafah lokal Huma Betang dan Belom Bahadat. Nilai-nilai kebersamaan dan kesantunan inilah yang menjadi modal utama dalam membangun kemajuan daerah di “Bumi Tambun Bungai”.
Beliau menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan moral-spiritual bagi generasi muda. Dengan adanya ruang kreatif seperti ini, potensi besar anak muda Kalteng dapat terfasilitasi dengan baik.
Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Pemerintah Provinsi berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak luas, di antaranya:
Media Literasi: Menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Penguatan Ukhuwah: Mempererat hubungan antar-generasi dalam bingkai persaudaraan.
Inovasi Daerah: Menghasilkan terobosan baru untuk pemberdayaan masyarakat menuju Kalteng yang Berkah, Maju, dan Sejahtera.
“Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus berlanjut tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Sebagai penutup, Agustiar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif, karena dukungan kolektif merupakan kunci keberhasilan dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Tengah.
(Titin) PT Palangka news jaya Mandiri.

Leave a Reply Cancel reply