PALANGKA-NEWS.CO.ID, LAMANDAU – palangkanews.co.id – Kerukunan bukan sekadar slogan di Kabupaten Lamandau. Ia hidup, tumbuh, dan dijaga dengan kesadaran kolektif. Hal itu ditegaskan Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, saat mengukuhkan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lamandau periode 2025–2030 di Aula Setda Lamandau, Rabu (12/2/2026).
Dalam suasana penuh khidmat namun sarat pesan strategis, orang nomor satu di Kabupaten Lamandau itu menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran FKUB periode sebelumnya yang dinilai sukses menjaga harmoni di tengah masyarakat majemuk.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamandau, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh pengurus FKUB periode sebelumnya. Berkat peran dan kontribusi Bapak dan Ibu sekalian, kerukunan antara umat beragama di daerah ini dapat terjaga dengan baik,” tegas Bupati.
Menurutnya, di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi kekuatan Lamandau, potensi konflik selalu ada. Namun dengan pendekatan dialog, musyawarah, dan komunikasi yang intens, berbagai persoalan dapat diredam sebelum membesar.
Bupati menegaskan, pengukuhan pengurus baru bukan sekadar seremoni administratif, melainkan amanah besar yang sarat tanggung jawab moral dan sosial.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar untuk menjaga, merawat, dan memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Lamandau,” ujarnya.
FKUB disebut memiliki peran strategis sebagai wadah dialog, komunikasi, dan kerja sama lintas agama. Stabilitas sosial yang terjaga menjadi fondasi utama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kerukunan adalah kunci utama. Tanpa itu, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.
Tokoh Dayak: FKUB Hadir Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Apresiasi juga datang dari Tokoh Dayak Kabupaten Lamandau, Edy Terobos, saat ditemui di kediamannya di Desa Kujan, Kota Nanga Bulik.
Ia menegaskan bahwa selama ini hubungan antarumat beragama di Lamandau terjalin harmonis dan penuh rasa saling menghormati.
“Selama ini kerukunan antara umat beragama di Kabupaten Lamandau sangat baik dan saling menghormati satu sama lain. Peran FKUB pun tidak kaku dalam menyatukan perbedaan,” ujarnya.
Menurutnya, FKUB bukan hanya aktif dalam forum dialog, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga suasana kondusif pada momentum besar keagamaan.
“Saya sangat mengapresiasi organisasi FKUB ini. Saat Hari Natal dan Hari Raya Idul Fitri, mereka selalu ambil andil dalam pengamanan agar saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah bisa khusyuk,” katanya.
Gus Rifai: Kerukunan Adalah Fondasi Peradaban
Dukungan dan apresiasi juga disampaikan Ketua PC ISNU Kabupaten Lamandau, Much Bachtiar Rifa’i, M.Pd, yang akrab disapa Gus Rifai.
Menurutnya, FKUB memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat yang plural. Ia menilai keberadaan FKUB bukan hanya sebagai forum formal, tetapi sebagai ruang peradaban yang menyatukan perbedaan dalam bingkai kebangsaan.
“Kerukunan bukan hanya soal hidup berdampingan, tetapi bagaimana kita membangun kepercayaan dan rasa saling memiliki. FKUB Lamandau telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan,” tegas Gus Rifai.
Ia juga menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi dan derasnya arus isu provokatif, FKUB harus semakin proaktif menjadi penyejuk dan penjaga stabilitas.
“Di tengah tantangan zaman, peran FKUB semakin relevan. Dialog harus diperkuat, komunikasi lintas iman harus diperluas, dan nilai-nilai moderasi beragama harus terus digaungkan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Gus Rifai berharap pengurus FKUB periode 2025–2030 mampu membawa semangat baru yang lebih progresif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial yang berkembang.
Lamandau, Miniatur Harmoni Indonesia
Di tengah dinamika nasional yang kerap diwarnai gesekan identitas, Lamandau justru tampil sebagai miniatur harmoni Indonesia. Dialog menjadi jalan, musyawarah menjadi solusi, dan kebersamaan menjadi fondasi.
Dengan dikukuhkannya pengurus FKUB periode 2025–2030, harapan besar kini tertuju pada lahirnya langkah-langkah strategis yang semakin memperkokoh persatuan.
FKUB Lamandau memikul amanah besar: menjadi penjaga nadi kerukunan, perekat perbedaan, dan benteng persatuan di Bumi Bahaum Bakuba.
Kerukunan bukan pilihan. Ia adalah keharusan. Dan Lamandau telah membuktikannya. (MBR/TMJ Biro Lamandau)

Leave a Reply Cancel reply