Editorial  Penulis : manghadiboy

PALANGKA-NEWS.CO.ID, SUMATERA – Musibah besar yang melanda wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Di tengah situasi darurat dan kebutuhan penanganan cepat, warga mulai mempertanyakan keberadaan serta sikap para Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera yang dinilai belum memberikan respons nyata. 1//12.

Musibah besar berupa banjir bandang, longsor, dan kerusakan infrastruktur terjadi di beberapa provinsi di Sumatera. Ribuan warga mengungsi, akses jalan terputus, dan fasilitas publik lumpuh. Masyarakat menilai bahwa kondisi ini membutuhkan langkah cepat dari pemerintah pusat dan para legislator yang mewakili mereka di Senayan.

Sejumlah tokoh masyarakat mengaku sulit menemukan pernyataan atau kunjungan lapangan dari para wakil rakyat tersebut. Padahal, mereka berharap adanya kehadiran fisik, koordinasi bantuan, serta dorongan politik untuk mempercepat penanganan bencana.

“Dalam situasi seperti ini, masyarakat ingin melihat wakilnya hadir. Bukan hanya bicara di media sosial, tetapi turun langsung melihat penderitaan warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat di kawasan terdampak.

Berkubang lumpur dalam musibah banjir bandang 

Di tengah situasi yang belum pulih, masyarakat mulai mengirimkan laporan, pesan, dan tagar di berbagai platform digital, meminta para anggota DPR dari masing-masing dapil menunjukkan kepedulian. Mereka menekankan bahwa representasi politik bukan hanya saat kampanye, tetapi terutama ketika rakyat tertimpa bencana.

Tak hanya itu, lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan turut mendesak agar para wakil rakyat segera hadir di lokasi agar dapat memperjuangkan bantuan tambahan dari pemerintah pusat. Situasi darurat ini menuntut kecepatan, keterbukaan, dan keberanian mengambil langkah nyata.

Tapanuli dan Sibolga musibah besar 

Musibah besar yang menimpa Sumatera seharusnya menjadi panggilan moral bagi setiap pejabat publik, terutama Anggota DPR RI yang dipilih langsung oleh masyarakat di dapil mereka. Namun, hingga bencana membesar dan warga kesulitan bertahan, suara para legislator justru tidak terdengar lantang.

Inilah yang membuat masyarakat bertanya: di mana para wakil rakyat saat rakyat benar-benar membutuhkan?

Kursi empuk di Senayan tidak boleh melupakan bahwa mandat kekuasaan datang dari penderitaan dan harapan rakyat. Bencana adalah ujian kehadiran, bukan sekadar momentum pencitraan. Jika wakil rakyat tidak mampu berdiri di tengah rakyat saat musibah, maka pertanyaan publik sangat wajar: untuk siapa sebenarnya mereka bekerja?

Editorial ini mengingatkan bahwa jabatan publik adalah amanah. Dan amanah itu sedang ditagih oleh masyarakat Sumatera—tegas, lugas, dan tanpa kompromi.

Pewarta.  : Tim Red Pknews

PT Palangka News jaya mandiri