PALANGKA-NEWS.CO.ID, TAMIANG LAYANG – Akibat kebijakan penurunan stok BBM secara Nasional yang menjadi penyebab terjadinya pengurangan distribusi dari Pertamina yang berpengaruh berkurangnya pasokan ke SPBU-SPBU tidak terkecuali di Tamiang Layang Barito Timur menyebabkan harga eceran BBM naik tajam.

Kosong pak, jawab beberapa warung kepada awak media yang ingin mengisi BBM (Minggu, 23 Nopember 2025).

Yuli, Warga Jalan Nansarunai Tamiang Layang mengeluhkan tingginya harga Pertamax dan Pertalite di Tamiang Layang dan sekitarnya.

Menurut Yuli, Sebenarnya tidak kosong, hanya saja stok BBM diwarung eceran terbatas. Mereka tidak keluarkan kecuali ada yang tanya, kata Yuli

Harganyapun bervariasi. Pertamax berkisar Rp. 20 – 25 Ribu, sedangkan Pertalite berkisar Rp. 15, 16, 18 – 20 Ribu,” ucap Yuli..

Hal Senada juga dirasakan Giono, warga Tamiang Layang yang pekerjaannya pedagang sayur/ikan keliling.

Tadi saya beli Pertalite Rp. 18 Ribu perliter mas, ujar Giono sambil menghela nafas berat.

Setelah berkeliling dan tidak menemukan eceran BBM, awak media memutuskan kelokasi SPBU di Longkang. Sesampainya di SPBU terlihat antrian panjang dan berlapis. Jam menunjukan pukul 8.00 WIB. Awak media ikut antri dan mulai melakukan penelusuran.

Menurut Andi (nama disamarkan), yang sehari-harinya melansir BBM di SPBU Longkang, suplai BBM Pertamax sampai 2 Minggu tidak ada pengiriman. BBM Pertalite juga tidak setiap hari.

Kurangnya pasokan inilah yang menyebabkan kelangkaan BBM, ditambah lagi tidak ada suplai Pelansir BBM dari Hulu Sungai yang mengantar BBM ke warung-warung eceran di Tamiang Layang karena mereka juga mengalami kondisi yang sama, ujar Andi.

Awak media yang ikut antri mulai Jam 8.00 WIB baru bisa mendapatkan Pertalite Jam 13.30 WIB

Pewarta : Yuliana