PALANGKA -NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – JAKARTA — Seruan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menjadikan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sebagai milik seluruh wartawan di Indonesia, kembali menegaskan urgensi pemulihan solidaritas dan marwah profesi pers di tengah menguatnya fragmentasi organisasi. 19/11.

Ketum PWI menilai, HPN tidak boleh menjadi sekadar agenda seremonial yang terpusat pada kelompok tertentu, melainkan momentum strategis untuk menyatukan energi wartawan dari berbagai organisasi pers, perusahaan media, maupun komunitas jurnalis independen.

 “HPN harus inklusif, tidak eksklusif. Ini milik semua wartawan Indonesia, bukan satu atau dua organisasi saja,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Langkah membuka ruang koordinasi bersama Dewan Pers dinilai sebagai sinyal positif. Karena, struktur kelembagaan Dewan Pers—yang berfungsi menjaga kemerdekaan pers dan menjadi mediator antar-organisasi media—dianggap paling relevan untuk memastikan pelaksanaan HPN berjalan representatif, adil, dan mencerminkan keberagaman warna pers nasional.

Secara editorial, ajakan ini juga menjadi pengingat kritis bahwa integritas profesi jurnalis tidak boleh terjebak pada kontestasi kepentingan organisasi. Saat ruang redaksi menghadapi tekanan digitalisasi, ketidakpastian ekonomi media, dan risiko disinformasi, maka penyatuan langkah melalui HPN adalah kebutuhan strategis, bukan sekadar retorika.

Dengan menggandeng Dewan Pers, Ketum PWI membuka peluang untuk membangun HPN 2026 yang lebih substantif: mengangkat isu keselamatan wartawan, kesejahteraan insan pers, independensi media dari politik uang, hingga pembangunan ekosistem media yang berkelanjutan.

Jika ajakan inklusif ini benar-benar diwujudkan, maka HPN 2026 berpotensi menjadi momentum sejarah—bukan hanya pesta besar organisasi, tetapi panggung kebersamaan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap profesi jurnalis sebagai pilar demokrasi.

“DPD AWPI Kalimantan Tengah Hadriansyah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pengurus Pusat PWI atas langkah progresif mengajak Dewan Pers merangkul seluruh organisasi pers dan organisasi perusahaan media dalam rangka menyongsong HPN 2026.

Inisiatif ini bukan hanya cermin kedewasaan organisasi, tetapi juga upaya strategis untuk menjaga marwah insan pers di tengah dinamika industri media yang semakin kompleks.

HPN 2026 harus menjadi ruang bersama, milik semua wartawan Indonesia tanpa pengecualian, tanpa sekat organisatoris, dan tanpa kotak-kotak identitas. Semangat kebersamaan inilah yang akan memperkuat integritas profesi, menghindarkan fragmentasi, serta memastikan bahwa jurnalis—dari organisasi manapun—tetap berada dalam satu barisan perjuangan menjaga kemerdekaan pers.

Kami percaya, keterlibatan Dewan Pers sebagai lembaga independen akan memperkuat legitimasi dan integritas pelaksanaan HPN 2026, sehingga peringatan tersebut benar-benar menjadi momentum pemersatu bagi insan pers, bukan sekadar seremonial tahunan.

“Inilah saatnya seluruh elemen pers kembali pada esensi: membangun ekosistem media yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik.” ungkap ketua DPD AWPI Kalten Hadriansyah/manghadiboy

  1. Pewarta.  : Tim / Pknews / Erwansyah.

PT Palangka News Jaya Mandiri.