PALANGKA-NEWS.CO.ID, LAMANDAU –Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, Much Bachtiar Rifa’i, M.Pd — tokoh muda Kabupaten Lamandau yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan sosial — menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda kepada seluruh anak bangsa, khususnya generasi muda di Kabupaten Lamandau dan Kalimantan Tengah.

Bachtiar yang pernah menakhodai Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lamandau sejak tahun 2008 hingga 2015, serta menjadi salah satu pengurus di Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Tengah periode 2012–2017 di bawah kepemimpinan H. Suhardi, menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah yang harus terus dihidupkan dalam jiwa setiap generasi muda Indonesia.

> “Sumpah Pemuda adalah semangat kolektif yang mempersatukan anak bangsa dari berbagai suku, bahasa, dan daerah. Dulu para pemuda berani menyatukan hati dan pikiran demi Indonesia. Sekarang, tugas kita adalah menjaga persatuan itu dengan semangat kebangsaan dan kepedulian sosial,” ujar Bachtiar.

Ia menambahkan bahwa pemuda Lamandau hari ini memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor perubahan di berbagai bidang, baik dalam pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, maupun sosial kemasyarakatan.

> “Saya melihat banyak anak muda Lamandau yang kreatif, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Mereka hanya perlu diberi ruang, kesempatan, dan kepercayaan untuk berbuat lebih banyak. Pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan harus menjadi mitra aktif bagi pemuda,” ungkapnya.

Bachtiar juga mengingatkan bahwa di era digital seperti saat ini, tantangan pemuda bukan lagi penjajahan fisik, tetapi penjajahan mental dan informasi.

> “Kita harus bijak bermedia sosial, jangan mudah terprovokasi oleh hoaks dan ujaran kebencian. Pemuda sejati adalah mereka yang menjaga semangat persaudaraan dan menjadi sumber inspirasi bagi lingkungannya,” katanya tegas.

Dalam pandangannya, semangat Sumpah Pemuda bukan hanya soal persatuan dalam kata-kata, melainkan juga konsistensi dalam tindakan nyata.
Ia mengajak generasi muda untuk meneladani semangat juang para pemuda 1928 dengan cara berkontribusi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.

> “Kalau dulu para pemuda berjuang dengan bambu runcing, sekarang kita berjuang dengan ilmu, teknologi, dan moralitas. Mari jadikan Sumpah Pemuda sebagai energi untuk terus berkarya bagi bangsa dan daerah kita tercinta, Kabupaten Lamandau,” pungkas Bachtiar.

Momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini menjadi refleksi bersama bahwa kemajuan bangsa Indonesia tidak akan tercapai tanpa peran aktif dan kesadaran nasionalisme dari generasi muda.
Semangat gotong royong, toleransi, serta kepedulian sosial harus terus menjadi roh perjuangan pemuda masa kini. (MBR/TMJ Kabiro Lamandau)