PALANGKA-NEWS.CO.ID, MURUNG RAYA, — Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diyakini mampu membuka ruang besar bagi kemandirian daerah. Sinergi tersebut tidak hanya berfokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri lokal dalam jangka panjang. Dengan demikian, berbagai persoalan krusial seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi diharapkan dapat teratasi secara bertahap.
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Johansyah, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa pelaku usaha memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan desa. Menurutnya, dunia usaha memiliki jejaring lintas sektor yang dapat membantu mengembangkan produk unggulan desa sekaligus mengakselerasi potensi usaha dan bisnis masyarakat.
> “Dampaknya, wilayah yang dijadikan lokasi kerja sama akan mengalami percepatan pengembangan usaha sekaligus peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujar Johansyah, Sabtu (20/9/2025).
Lebih lanjut, Johansyah menyebutkan peran dunia usaha sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto poin ke-8, yakni pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi. Program tersebut diterjemahkan dalam rencana Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, di antaranya peningkatan ketahanan pangan lokal (swasembada pangan) serta investasi dan kerja sama lintas sektor.
Ia juga menekankan pentingnya pelaku usaha untuk terus membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa. Apalagi, visi dan misi dunia usaha pada umumnya selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
> “Harapannya, sinergi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha dapat memunculkan inovasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” pungkasnya.
Reporter : Pendi
PT Palangka news jaya mandiri

Leave a Reply Cancel reply