PALANGKA-NEWS.CO.ID, KASONGAN – Di balik layar komputer sekolah, operator pendidikan menatap deretan formulir digital yang harus diisi dengan cermat. angka-angka yang mereka masukkan bukan sekadar data, melainkan potret nyata kondisi sekolah termasuk berapa jumlah murid, guru, ruang belajar, hingga sarana penunjang pendidikan. dari angka itulah akan ada kebijakan besar terlahirkan.
Kesadaran itulah yang menjadi inti kegiatan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Kamis (28/8/2025). Operator dari PAUDSM, TK, SD, hingga SMP hadir, dengan bimbingan langsung dari pemateri Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
plt. Kepala Dinas Pendidikan Katingan, Arianson, menekankan bahwa Dapodik adalah “jantung” data pendidikan. Tanpa kejujuran dan ketelitian, pembangunan pendidikan berisiko salah arah. “Satu data yang kosong bisa berdampak pada hilangnya bantuan atau fasilitas bagi sekolah,” ujarnya mengingatkan.
Ia jugar menegaskan pentingnya prinsip satu sekolah, satu operator agar mutu data lebih terjaga. Sinkronisasi Dapodik wajib dilakukan sebelum batas waktu 31 Agustus 2025.
Bagi sebagian orang, angka hanyalah angka. Namun bagi dunia pendidikan, angka-angka di Dapodik bisa berubah menjadi ruang kelas baru, buku-buku di perpustakaan, hingga guru yang hadir di depan kelas. Dari sinilah angka menjelma menjadi harapan.
Pewarta. : Red/ Dyapet
PT palangka news jaya mandiri

Leave a Reply Cancel reply