PALANGKA-NEWS.CO.ID, BUNTOK –Pangkalima Bangkirayen. Eda Steven Lalung, secara terbuka untuk umum mengadakan Pengobatan (Trapi) Tradisional Khas Dayak Maayan Kalimantan dengan menggunakan minyak urut atau minyak pijat yang diwariskan oleh leluhur nenek muyang Dayak Maayan kepada dirinya.
Bertujuan guna untuk
pengobatan atau terapi tradisional daerah pedalaman pulau Kalimantan dengan niat baik untuk membantu warga masyarakat yang mengalami penyakit seperti:
Stroke, maag (asam lambung), saraf terjepit, kesemutan, dan asam urat. Sebab penyakit itu adalah kondisi berbeda yang bisa saling berkaitan, tetapi tidak selalu berarti satu penyakit menyebabkan penyakit lainnya. Karena gejalanya bisa tumpang tindih.
“Maka harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk evaluasi dan diagnosis yang tepat, atau pengobatan/trapi seperti diurut/pijat dengan menggunakan minyak,” kata Eda Steven. Sabtu 23 Agustus 2025.
Pasalnya : Hubungan Antar Kondisi Asam Urat dan Stroke, karena tingginya asam urat dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan pembekuan darah, yang meningkatkan risiko stroke.
Selain itu juga Eda menjelaskan bahwa. Kesemutan dan Stroke:
Kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada satu sisi tubuh secara tiba-tiba bisa menjadi gejala stroke.
Adapun Saraf Terjepit dan
Asam urat dapat menyebabkan peradangan di sendi, dan stres kronis akibat peradangan tersebut bisa memperburuk kondisi saraf.
Selanjutnya Kesemutan dan Saraf Terjepit:
Kesemutan adalah gejala umum dari saraf terjepit akibat tekanan pada saraf. Apalagi Maag (Asam Lambung):
Maag umumnya tidak menyebabkan kesemutan langsung, namun bisa ada faktor penyerta seperti kekurangan nutrisi atau peradangan yang memengaruhi kondisi saraf.
“Maka dari itu saya melakukan pengobatan tradisional terbuka untuk umum,” ujar Eda.
Selain itu Eda menuturkan selama pengobatan di Buntok ada banyak pasien yang mengalami stroke dan urat terjepit
Yang diobatinya sejak mulai hari Kamis Tanggal 21 Agustus 2025 di Rumah Jabatan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Rusinah Andelen yang akrab disapa Ibu Duin di Desa Sababilah.
Adapun jumlah pasien yang sudah diobati kurang lebih 300 pasien.
Setelah diobati maka mereka para pasien merasakan dampak penyakit yang di alami mereka agak berkurang.
“Seperti kemaren ada beberapa pasien yang mengalami stroke, urat terjepit dan asam urat bertahun-tahun mereka menderita, termasuk ada salah satu Kepala Dinas Perkimtan Barsel, Bennie Mahar, dan Wartawan Husin Pengurus Organisasi PWRI yang juga berobat. Namun setelah diobati Alhamdulillah ada yang pulang bisa berjalan secara perlahan dan ada juga mengatakan diantara pasien merasa badannya terasa ringan sehingga bebannya agak terasa berkurang,” demikian tutup Eda Steven Lalung.
Pewarta : Assjian
PT. Palangka-News. Jaya Mandiri.

Leave a Reply Cancel reply